Wednesday, February 21, 2018

PETA BERBASIS GIS

Assalamualaikum Wr. Wb.
PetaBerbasis GIS – Ternyata peta berbasis GIS. Peta sudah terkunci dengan posisi sebenarnya atau sebut saja peta yang sudah terkoordinat. seperti kita ketahui di pembahasan sebelumnya saya membahas mengenai Sumber Data Spasial. Setelah kita mendapat peta dari berbagai macam sumber, peta tersebut tidak dapat langsung kita gunakan. Terdapat beberapa tahap lagi agar peta tersebut dapat digunakan oleh kita.
Apa saja yang haurs kita lengkapi dalam proses mengolah peta dari sumber yang kita dapat. Oke baik langsung saja dalam tulisan saya kali ini saya akan membahas mengenai proyeksi peta dan sistem koordinat pada peta.

Jangan lupa  kawan siapkan secangkir kopi dihadapan kawan – kawan semuanya agar bacaan ini semakin merasap (sepertinya halnya kopi yg selalu meresap ke dalam tubuh) heee 😊

A. Peta
Peta adalah gambaran permukaan bumi pada bidang datar dengan skala tertentu melalui suatu sistem proyeksi. Peta bisa disajikan dalam berbagai cara yang berbeda, mulai dari peta konvensional yang tercetak hingga peta digital yang tampil di layar komputer. Istilah peta berasal dari bahasa Yunani mappa yang berarti taplak atau kain penutup meja. Namun secara umum pengertian peta adalah lembaran seluruh atau sebagian permukaan bumi pada bidang datar yang diperkecil dengan menggunakan skala tertentu. Sebuah peta adalah representasi dua dimensi dari suatu ruang tiga dimensi. Ilmu yang mempelajari pembuatan peta disebut kartografi. Banyak peta mempunyai skala, yang menentukan seberapa besar objek pada peta dalam keadaan yang sebenarnya. Kumpulan dari beberapa peta disebut atlas.
Peta adalah gambaran sebagian atau seluruh muka bumi baik yang terletak di atas maupun di bawah permukaan dan disajikan pada bidang datar pada skala dan proyeksi tertentu (secara matematis). Karena dibatasi oleh skala dan proyeksi maka peta tidak akan pernah selengkap dan sedetail aslinya (bumi), karena itu diperlukan penyederhanaan dan pemilihan unsur yang akan ditampilkan pada peta.

Contoh Peta

1. Syarat-Syarat Peta
Sedikitnya ada 3 syarat yang harus dipenuhi oleh sebuah peta agar ia dapat berfungsi dengan baik. Ketiga syarat syarat peta tersebut dikenal dengan istilah equivalent, equidistant, dan conform.

a. Equivalent
Syarat pertama yang harus dipenuhi sebuah peta adalah ia harus bersifat equivalent. Apakah yang dimaksud dengan equivalent itu? Equivalent berasal dari kata “Equi atau Equals” yang berarti sama, dan “Valent” yang berarti luas. Dengan demikian equivalent dapat diartikan sebagai syarat kesamaan luas.
Sebuah peta dikatakan memenuhi syarat equivalent apabila luas daerah yang digambar pada peta memiliki kesamaan perbandingan dengan luas daerah yang sebenarnya. Perbandingan luas diwujudkan dalam bentuk skala. Artinya, luas daerah yang sebenarnya yang dikalikan dengan skala peta akan menghasilkan luas daerah pada peta secara tepat dan akurat. Sehingga perbandingan luas pada peta dan luas daerah sebenarnya dapat berlaku sama pada setiap daerah yang digambarkan pada peta.

b. Equidistant
Selain harus memenuh syarat equivalent, sebuah peta juga harus bersifat equidistant. Apakah yang dimaksud dengan equidistant itu? Equidistant berasal dari kata “Equi atau Equals” yang berarti sama, dan “Distant atau Distance” yang berarti jarak. Dengan demikian, equidistant dapat diartikan sebagai syarat kesamaan jarak.
Sebuah peta dikatakan memenuhi syarat equivalent apabila jarak antara 2 daerah yang digambar pada peta memiliki kesamaan perbandingan dengan jarak sebenarnya pada 2 daerah tersebut. Sama seperti syarat equivalent, pada syarat equidistant perbandingan jarak juga diwujudkan dalam bentuk skala.
Sebagai contoh, jika jarak antara kota Jakarta – Bandung sebesar 120 km dan jarak antara kota Jakarta dan Semarang sebesar 200 km, maka pada peta berskala 1:10.000.000, jarak antara kota Jakarta – Bandung pada peta sebesar 1,2 cm dan jarak antara kota Jakarta – Semarang harus sebesar 2 cm.

c. Conform
Kedua syarat syarat peta sebelumnya tidak akan mungkin tercapai dan dimiliki, bila sebuah peta tidak menggambarkan sebuah wilayah dalam bentuk yang sama dengan keadaan aslinya. Kesamaan bentuk ini penting dimiliki sebuah peta agar ia dapat menjadi rujukan bagi setiap orang yang hendak mengetahui bentuk real dari sebuah wilayah. Tanpa kesamaan bentuk, peta tidak akan mampu memberikan perbandingan jarak dan luas secara akurat. Syarat kesamaan bentuk inilah yang kemudian dikenal dengan istilah conform.
Nah, demikianlah 3 syarat syarat peta lengkap dengan pengertian dan penjelasannya. Agar dapat berfungsi dengan baik, semua syarat-syarat tersebut harus dipenuhi oleh sebuah peta. Dengan demikian, seorang kartograf atau orang yang menggambar peta harus memastikan bahwa peta yang dibuatnya mampu memberikan proyeksi yang seakurat mungkin, meskipun dalam prakteknya proyeksi tidak akan mampu memenuhi ketiga syarat tersebut secara lengkap (lebih jelasnya, baca : Jenis Jenis Proyeksi Peta).


B. Proyeksi Peta
Pada dasarnya bentuk bumi tidak datar tapi mendekati bulat maka untuk menggambarkan sebagian muka bumi untuk kepentingan pembuatan peta, perlu dilakukan langkah-langkah agar bentuk yang mendekati bulat tersebut dapat didatarkan dan distorsinya dapat terkontrol, untuk itu dilakukan proyeksi ke bidang datar.

1. Menurut Bidang Proyeksi
Proyeksi peta menurut jenis bidang proyeksi dibedakan menjadi :

a. Proyeksi Bidang Datar (Azimuthal/Zenithal)
Proyeksi Zenithal (Azimuthal), adalah proyeksi yang menggunakan bidang datar sebagai bidang proyeksinya. Proyeksi ini menyinggung bola bumi dan berpusat pada satu titik. Proyeksi ini menggambarkan daerah kutub dengan menempatkan titik kutub pada titik pusat proyeksi. Proyeksi Azimuthal dibedakan 3 macam, yaitu:
·      Proyeksi Azimut Normal yaitu bidang proyeksinya menyinggung kutub.
·      Proyeksi Azimut Transversal yaitu bidang proyeksinya tegak lurus dengan ekuator.
·    Proyeksi Azimut Oblique yaitu bidang proyeksinya menyinggung salah satu tempat antara kutub dan ekuator.

Proyeksi Peta Bidang Datar (Zenithal)

b. Proyeksi Kerucut
Proyeksi Kerucut yaitu pemindahan garis-garis meridian dan paralel dari suatu globe ke sebuah kerucut. Untuk proyeksi normalnya cocok untuk memproyeksikan daerah lintang tengah (miring). Proyeksi ini memiliki paralel melingkar dengan meridian berbentuk jari-jari. Paralel berwujud garis lingkaran sedangkan bujur berupa jari-jari. Proyeksi kerucut diperoleh dengan memproyeksikan globe pada kerucut yang menyinggung atau memotong globe kemudian di buka, sehingga bentangnya ditentukan oleh sudut puncaknya. Proyeksi ini paling tepat untuk menggambar daerah daerah di lintang 45°. Proyeksi kerucut dibedakan menjadi 3 macam yaitu:
·      Proyeksi kerucut normal atau standar
Jika garis singgung bidang kerucut pada bola bumi terletak pada suatu paralel (Paralel Standar).
·      Proyeksi Kerucut Transversal
Jika kedudukan sumbu kerucut terhadap sumbu bumi tegak lurus.
·      Proyeksi Kerucut Oblique (Miring)
Jika sumbu kerucut terhadap sumbu bumi terbentuk miring.

Proyeksi Peta Bidang Kerucut

c. Proyeksi Silinder
Proyeksi Silinder adalah suatu proyeksi permukaan bola bumi yang bidang proyeksinya berbentuk silinder dan menyinggung bola bumi. Apabila pada proyeksi ini bidang silinder menyinggung khatulistiwa, maka semua garis paralel merupakan garis horizontal dan semua garis meridian merupakan garis lurus vertikal. Penggunaan proyeksi silinder mempunyai beberapa keuntungan yaitu:
·      Dapat menggambarkan daerah yang luas.
·      Dapat menggambarkan daerah sekitar khatulistiwa.
·      Daerah kutub yang berupa titik digambarkan seperti garis lurus.
·      Makin mendekati kutub, makin luas wilayahnya.
Jadi keuntungan proyeksi ini yaitu cocok untuk menggambarkan daerah ekuator, karena ke arah kutub terjadi pemekaran garis lintang.

Proyeksi Peta Bidang Silimder

2. Menurut Jenis Unsur Yang Bebas (Distorsi)
·      Proyeksi conform, merupakan jenis proyeksi yang mempertahankan besarnya sudut
·      Proyeksi equidistant, merupakan jenis proyeksi yang mempertahankan besarnya panjang jarak
·  Proyeksi equivalent, merupakan jenis proyeksi yang mempertahankan besarnya luas suatu daerah pada bidang lengkung

C. Sistem Koordinat
Sistem koordinat adalah sistem yang mendefinisikan lokasi dalam serangkaian angka. Secara umum terdapat dua kelompok sistem koordinat, yaitu :

(1) sistem koordinat geografis
Sistem koordinat geografis (geographic coordinate systems, GCS) menggunakan permukaan tiga dimensi dari spheroid sebagai dasar penentuan koordinat. GCS menggunakan satuan sudut (angular unit) yang dinyatakan dalam longitude dan latitude yang dihitung dari titik tengah bumi ke suatu titik dipermukaan, GCS senng dinyatakan dalam satuan derajat maupun radian. Longtitude 0 (nol) adalah median yang melintasi Kota Greenwich, England, sedangkan latitude 0 (nol) adalah garis khatulistiwa

Sistem Koordinat Geografis (Geographis Coordinat Sysytem)

(2) sistem koordinat terproyeksi
Sistem koordinat terproyeksi (projected coordinate systems) tidak menggunakan bentuk tiga dimensi shpereoid, melainkan menggunakan dua dimensi bidang datar. Lokasi ditentukan oleh koordinat x dan y dalam suatu grid. Setiap lokasi memiliki nilai x dan y yang menunjukkan posisi relatif titik tersebut terhadap titik origin. Titik origin untuk setiap sistem koordinat berbeda-beda sehingga pengguna harus mengetahui titik origin sebelum menggunakan suatu sistem koordinat. Salah satu sistem koordinat terproyeksi yang paling banyak digunakan adalah Universal Transverse Mercator (UTM). UTM menggunakan proyeksi Transverse Mercator. UTM membagi bumi ke dalam 60 zona utara (N) dan 60 zona selatan (S). Setiap zona memiliki lebar enam derajat (60) ke arah longitude. Gambar dibawah memberikan ilustrasi bagaimana zona-zona dibagi pada sistem koordinat UTM.
Setiap zona mencangkup 6 derajat bujur (longitude) dan memiliki meridian tengah tersendiri. Sistem koordinat UTM menggunakan satuan unit meter. Setiap zona memiliki panjang x sebesar 500.000 meter dan panjang y sebesar 10.000.000 meter. Sistem UTM akan membagi bumi kedalam beberapa zona grid (kotak) dan posisinya akan selalu dapat diindikasikan melalui posisi timur (easting) dan utara (northing) pada setiap sel-sel grid ini.

Sistem Koordinat Terproyeksi (ProjectedCoordinat Sysytem)

Untuk Indonesia yang berada pada posisi kurang lebih berada pada 900BT – 1440BT dan 110LS – 60LU terbagi ke dalam 9 zona UTM yaitu zona 46 – 54. Adapun sebagai gambaran, bias lihat gambar dibawah ini :


Dari informasi diatas, sebagai contoh Provinsi Aceh berada di zona UTM 46N dan 47N,Provinsi DKI Jakarta berada di 48S, Provinsi Bali berada pada zona 50S. dengan mengetahui informasi zona UTM Indonesia diharapkan jika ingin merubah system koordinat ke UTM, kita mengetahui zona berapa wilayah yang akan kita ubah.


sekian tulisan mengenai Peta Berbasis GIS, semoga tulisan saya kali dapat membantu kawan-kawan yang masih bingung tentang Peta pada GIS, terimakasih atas kunjungan dan menyempatkan waktu untuk membaca tulisan ini. jika masih ada salah informasi dalam penulisan ini saya mohon berikan koreksi pada kolom komentar di bawah heee, maklum masih belajar juga heeeee 😀
TERIMAKASIH


Sumber Tulisan :
http://www.gispedia.com/2016/03/zona-universal-transverse-mercator-utm-indonesia.html
https://sagagisindonesia.wordpress.com/2016/09/15/3-8sistem-proyeksi-dan-sistem-koordinat/
http://www.majalahbatu.com/2016/08/sistem-koordinat-dalam-gis.html
https://yunitafauzia.wordpress.com/2012/09/21/pengertian-utm-universal-transverse-mercator/
https://id.wikipedia.org/wiki/Proyeksi_peta
http://www.ipsmudah.com/2017/05/3-syarat-syarat-peta-pengertian.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Peta

Jangan Lupa Baca Juga :

Saturday, February 17, 2018

Sumber Data Spasial

Assalamualaikum Wr.Wb.

Sumber Data Spasial - Apa kabar semuanya kawan-kawan, kali ini saya akan membahas apa saja yang menjadi sumber data spasial, seperti kita ketahui di pembahasan sebelumnya membahas mengenai Format Data Spasial, terbagi menjadi dua format data spasial yaitu data vektor dan data raster. Terdapat beberapa sumber data spasial yang termasuk kedalam GIS.

Berikut ini merupakan sumber data spasial :

Peta Analog adalah peta dalam bentuk cetakan. Pada umumnya peta analog dibuat dengan Teknik kartografi, sehingga sudah mempunyai refrensi spasial seperti koordinat, skala, arah mata angin, dsb. Peta analog sebelum menjadi peta, digital dikenal dengan nama peta konvesional. Peta konvensional tersebut biasanya berupa peta topografi, jenis tanah, kemiringan lereng, dll.
Untuk menjadi sumber data spasial, peta analog dikonversi menjadi peta digital dengan cara format raster diubah menjadi format vektor melalui proses digitasi sehingga dapat menunjukan koordinat sebenarnya di permukaan bumi. 

Contoh Peta Analog :

Peta Jenis Tanah

DataPenginderaan Jauh (antara lain citra satelit, foto-udara dan sebagainya), merupakan sumber data yang  terpenting bagi  GIS  karena ketersediaanya secara berkala dan  mencakup area tertentu. Dengan adanya bermacam-macam satelit di ruang angkasa dengan spesifikasinya masing- masing, kita bisa memperoleh berbagai jenis citra satelit untuk beragam tujuan pemakaian. Data ini biasanya direpresentasikan dalam format raster.
Penginderaan jauh (atau disingkat inderaja) adalah pengukuran atau akuisisi data dari sebuah objek atau fenomena oleh sebuah alat yang tidak secara fisik melakukan kontak dengan objek tersebut atau pengukuran atau akuisisi data dari sebuah objek atau fenomena oleh sebuah alat dari jarak jauh, (misalnya dari pesawat, pesawat luar angkasa, satelit, kapal atau alat lain. Contoh dari penginderaan jauh antara lain satelit pengamatan bumi, satelit cuaca, memonitor janin dengan ultrasonik dan wahana luar angkasa yang memantau planet dari orbit. Inderaja berasal dari bahasa Inggris remote sensing, bahasa Perancis télédétection, bahasa Jerman fernerkundung, bahasa Portugis sensoriamento remota, bahasa Spanyol percepcion remote dan bahasa Rusia distangtionaya. Pada masa modern, istilah penginderaan jauh mengacu kepada teknik yang melibatkan instrumen di pesawat atau pesawat luar angkasa dan dibedakan dengan penginderaan lainnya seperti penginderaan medis atau fotogrametri. Walaupun semua hal yang berhubungan dengan astronomi sebenarnya adalah penerapan dari penginderaan jauh (faktanya merupakan penginderaan jauh yang intensif), istilah "penginderaan jauh" umumnya lebih kepada yang berhubungan dengan teresterial dan pengamatan cuaca.

Contoh Data Penginderaan Jarak Jauh :

Data Penginderaan Jauh


Data pengukuran lapangan yang dihasilkan berdasarkan teknik perhitungan tersendiri, pada umumnya data ini merupakan sumber data atribut contohnya: batas administrasi, batas kepemilikan lahan, batas persil, batas hak pengusahaan hutan dan lain-lain.

Contoh Data Hasil Lapangan :

Tabel Attribute

Sistem untuk menentukan letak di permukaan bumi dengan bantuan penyelarasan (synchronization) sinyal satelit. Sistem ini menggunakan 24 satelit yang mengirimkan sinyal gelombang mikro ke Bumi. Sinyal ini diterima oleh alat penerima di permukaan, dan digunakan untuk menentukan letak, kecepatan, arah, dan waktu.
Teknologi GPS memberikan terobosan penting dalam menyediakan data bagi GIS. Keakuratan pengukuran GPS semakin tinggi dengan berkembangnya teknologi. Data ini biasanya direpresentasikan dalam format vector.

Contoh data hasil lapangan :

Data Hasil GPS

Sekian Postingan saya kali ini mengenai Sumber Data Spasial, semoga postingan ini berguna untuk kawan-kawan, jika memang ada salah nohon koreksiannya (maklum masih belajar juga 😄).
TERIMAKASIH


Sumber Tulisan :
https://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_Pemosisi_Global
https://id.wikipedia.org/wiki/Data_spasial
https://id.wikipedia.org/wiki/Penginderaan_jauh
https://mymeridien.wordpress.com/2008/03/05/peta-analog/


Jangan Lupa Dibaca Juga :




Wednesday, February 14, 2018

Format Data GIS/SIG

Sudah saya bahas pada postingan saya sebelumnya tentang mengenal GIS/SIG lebih akrab. Oke melanjutkan postingan sebelumnya, kurang akrab sepertinya dengan GIS/SIG jika kalian belum mengenal format data seperti apa si yang terdapat di GIS/SIG.
Oke langsung saja saya jelaskan mengenai format data GIS/SIG. Eh ini ngomong-ngomong mau langsung atau mau ngopi dulu ?? bebaslah ya itu si pilihan kalian heee, tapi kayaknya si enakan ngopi dulu biar lebih santai bacanya, ya gk ?? hahaha 😊 skipskip kita lanjut dan fokus ke materi ya kawan-kawan, simak ya 😊
Format Data GIS/SIG - Sebagian besar data yang akan ditangani dalam SIG / GIS merupakan data spasial yaitu sebuah data yang berorientasi geografis, memiliki sistem koordinat tertentu sebagai dasar referensinya dan mempunyai dua bagian penting yang membuatnya berbeda dari data lain, yaitu informasi lokasi (spasial) dan informasi deskriptif (attribute) yang dijelaskan berikut ini :
  1. Informasi lokasi (spasial), berkaitan dengan suatu koordinat baik koordinat geografi (lintang dan bujur) dan koordinat XYZ, termasuk diantaranya informasi datum dan proyeksi.
  2. Informasi deskriptif (atribut) atau informasi non  spasial, suatu  lokasi  yang  memiliki beberapa keterangan yang  berkaitan dengannya, contohnya :  jenis  vegetasi, populasi, luasan, kode pos, dan sebagainya.


1.    Data Spasial
Secara sederhana format  dalam  bahasa komputer berarti  bentuk  dan  kode  penyimpanan data  yang berbeda antara file satu dengan lainnya. Dalam SIG / GIS, data spasial dapat direpresentasikan dalam dua format, yaitu:
A. Data Vektor
Data vektor adalah data yang direkam dalam bentuk koordinat titik yang menampilkan, menempatkan dan menyimpan data spasial dengan menggunakan titik, garis atau area (polygon). Ada tiga tipe data vector (titik, garis, dan polygon) yang bisa digunakan untuk menampilkan informasi pada peta. Titik bisa digunakan sebagai lokasi sebuah kota atau posisi tower radio. Garis bisa digunakan untuk menunjukkan route suatu perjalanan atau menggambarkan boundary. Poligon bisa digunakan untuk menggambarkan sebuah danau atau sebuah Negara pada peta dunia. Data vektor tentu memiliki kelebihan dan kekurangan, berikut adalah kelebihan dan kekurangan data vektor.



Data vektor merupakan bentuk bumi yang direpresentasikan ke dalam kumpulan garis, area (daerah yang dibatasi oleh garis yang berawal dan berakhir pada titik yang sama), titik dan nodes (merupakan titik perpotongan antara dua buah garis).
Keuntungan utama dari format data vektor adalah ketepatan dalam merepresentasikan fitur titik, batasan dan garis lurus. Hal ini sangat berguna untuk analisa yang membutuhkan ketepatan posisi, misalnya pada basisdata  batas-batas  kadaster.  Contoh  penggunaan lainnya  adalah  untuk  mendefinisikan  hubungan spasial  dari beberapa fitur. Kelemahan data vektor yang utama adalah ketidakmengetahui dan mengerti annya dalam mengakomodasi perubahan gradual.

B. Data Raster
Data raster adalah data yang disimpan dalam bentuk kotak segi empat (grid)/sel sehingga terbentuk suatu ruang yang teratur. Foto digital seperti areal fotografi atau foto satelit merupakan bagian dari data raster pada peta. Raster mewakili data grid continue. Nilainya menggunakan gambar berwarna seperti fotografi, yang di tampilkan dengan level merah, hijau, dan biru pada sel. Pada data raster, obyek geografis direpresentasikan sebagai struktur sel grid yang disebut sebagai pixel (picture element). Resolusi (definisi visual) tergantung pada ukuran pixel-nya, semakin kecil ukuran permukaan bumi yang direpresentasikan oleh sel, semakin tinggi resolusinya. Data raster dihasilkan dari sistem penginderaan jauh dan sangat baik untuk merepresentasikan batas-batas yang berubah secara gradual seperti jenis tanah, kelembaban tanah, suhu, dan lain-lain.Peta Raster adalah peta yang diperoleh dari fotografi suatu areal, foto satelit atau foto permukaan bumi yang diperoleh dari komputer.
Data raster (atau disebut juga dengan sel grid) adalah data yang dihasilkan dari sistem Penginderaan Jauh. Pada  data  raster,  obyek  geografis  direpresentasikan sebagai  struktur  sel  grid  yang  disebut dengan pixel (picture element).



Pada  data  raster,  resolusi  (definisi  visual)  tergantung  pada  ukuran  pixel-nya.  Dengan  kata lain, resolusi pixel menggambarkan ukuran sebenarnya di permukaan bumi yang diwakili oleh setiap pixel pada citra.  Semakin  kecil  ukuran  permukaan  bumi  yang  direpresentasikan oleh  satu  sel,  semakin  tinggi resolusinya. Data raster sangat baik untuk merepresentasikan batas-batas yang berubah secara gradual, seperti jenis tanah, kelembaban tanah, vegetasi, suhu tanah dan sebagainya. Keterbatasan utama dari data raster adalah besarnya ukuran file; semakin tinggi resolusi grid-nya semakin besar pula ukuran filenya dan sangat tergantung pada kapasistas perangkat keras yang tersedia.
Masing-masing format data mempunyai kelebihan dan kekurangan. Pemilihan format data yang digunakan sangat tergantung pada tujuan penggunaan, data yang tersedia, volume data yang dihasilkan, ketelitian yang diinginkan, serta kemudahan dalam analisa. Data vektor relatif lebih ekonomis dalam hal ukuran file dan presisi dalam lokasi, tetapi sangat sulit untuk digunakan dalam komputasi matematik. Sedangkan data raster biasanya membutuhkan ruang penyimpanan file yang lebih besar dan presisi lokasinya lebih rendah, tetapi lebih mudah digunakan secara matematis.

C. Data Attribute

Data attribute merupakan data yang mempresentasikan aspek-aspek deskripsi/penjelasan dari suatu fenomena di permukaan bumi dalam bentuk kata-kata, angka, atau tabel. Data atribut berfungsi untuk menggambarkan gejala topografi karena memiliki aspek deskriptif dan kualitatif. Oleh karena itu, data atribut sangat penting dalam menjelaskan seluruh objek geografi. Contohnya, atribut kualitas tanah terdiri atas status kepemilikian lahan, luas lahan, tingkat kesuburan tanah dan kandungan mineral dalam tanah. Data atribut bisa berupa data kuantitatif (angka) seperti data jumlah penduduk dan dapat berupa data kualitatif (mutu) seperti data tingkat kesuburan tanah.


sekian penjelasan mengenai format data GIS/SIG, semoga ini dapat menambah pemahaman kawan-kawan mengenai GIS/SIG, termikasih sudah berkunjung dan membaca, sampai berjumpa di tulisan-tulisan berikutnya 😁😀😀

Salam RupaBumi











Sumber Tulisan :
http://abdullahkelautan.blogspot.co.id/2016/04/data-vektor-data-raster-dan-data-atribut.html



Baca Juga Ya :

Wednesday, February 7, 2018

MENGENAL GIS/SIG LEBIH AKRAB

Mengenal GIS Lebih Akrab - Garis besarnya sudah saya bahas apa itu GIS/SIG ? pada ketikan saya sebelumnya yaitu GIS/SIG, baik pada kektikan saya kali ini, saya akan membahas lebih dalam mengenai GIS/SIG agar kawan-kawan dapat mengenal GIS/SIG lebih akbar lagi.
Beberapa point yang akan saya bahas pada ketikan saya kali ini :
  1. Apa Itu GIS/SIG menurut beberapa refrensi
  2. Sejarah GIS/SIG

Oke cekitbrot kita mulai langsung aja BROT..........

Definisi GIS/SIG
Sistem Informasi Geografis (Geographic Information System disingkat GIS) adalah sistem informasi khusus yang mengelola data yang memiliki informasi spasial (bereferensi keruangan). Atau Suatu  komponen yang  terdiri  dari  perangkat keras,  perangkat  lunak,  data  geografis  dan sumberdaya manusia yang bekerja bersama secara efektif untuk memasukan, menyimpan, memperbaiki, memperbaharui, mengelola, memanipulasi, mengintegrasikan, menganalisa dan menampilkan data dalam suatu informasi berbasis geografis.
Teknologi Sistem Informasi Geografis dapat digunakan untuk investigasi ilmiah, pengelolaan sumber daya, perencanaan pembangunan, kartografi dan perencanaan rute. Misalnya, SIG bisa membantu perencana untuk secara cepat menghitung waktu tanggap darurat saat terjadi bencana alam, atau SIG dapat digunaan untuk mencari lahan basah (wetlands) yang membutuhkan perlindungan dari polusi.
Berikut ini pengertian GIS/SIG menurut para ahli :
  • Menurut Marble et al (1983)

GIS/SIG merupakan sistem penanganan data keruangan.
  • Menurut Calkin dan Tomlison (1984)

SIG merupakan sistem komputerisasi data yang penting.
  • Menurut Burrough (1986)

GIS/SIG merupakan alat yang bermanfaat untuk pengumpulan, penimbunan, pengambilan kembali data yang diinginkan dan penayangan data keruangan yang berasal dari kenyataan dunia.
  • Menurut Linden, (1987)

GIS/SIG adalah sistem untuk pengelolaan, penyimpanan, pemrosesan (manipulasi), analisis dan penayangan data secara spasial terkait dengan muka bumi.
  • Menurut Berry (1988)

GIS/SIG merupakan sistem informasi, referensi internal, serta otomatisasi data keruangan.
  • Menurut Aronaff (1989)

GIS/SIG adalah sistem informasi yang didasarkan pada kerja komputer yang memasukkan, mengelola, memanipulasi dan menganalisa data serta memberi uraian.
  • Menurut Gistut (1994)

GIS/SIG adalah sistem yang dapat mendukung pengambilan keputusan spasial dan mampu mengintegrasikan deskripsi-deskripsi lokasi dengan karakteristik-karakteristik fenomena yang ditemukan di lokasi tersebut. SIG yang lengkap mencakup metodologi dan teknologi yang diperlukan, yaitu data spasial perangkat keras, perangkat lunak dan struktur organisasi.
  • Menurut Murai (1999)

GIS/SIG sebagai sistem informasi yang digunakan untuk memasukkan, menyimpan, memanggil kembali, mengolah, menganalisis dan menghasilkan data bereferensi geografis atau data geospatial, untuk mendukung pengambilan keputusan dalam perencanaan dan pengelolaan penggunaan lahan, sumber daya alam, lingkungan, transportasi, fasilitas kota, dan pelayanan umum lainnya.
  • Menurut Kang-Tsung Chang (2002)

GIS/SIG sebagai computer system for capturing, storing, querying, analyzing, and displaying geographic data.
  • Menurut Bernhardsen (2002)

GIS/SIG sebagai sistem komputer yang digunakan untuk memanipulasi data geografi. Sistem ini diimplementasikan dengan perangkat keras dan perangkat lunak komputer yang berfungsi untuk akusisi dan verifikasi data, kompilasi data, penyimpanan data, perubahan dan pembaharuan data, manajemen dan pertukaran data, manipulasi data, pemanggilan dan presentasi data serta analisa data.
  • Menurut Alter

GIS/SIG adalah sistem informasi yang mendukung pengorganisasian data, sehingga dapat diakses dengan menunjuk daerah pada sebuah peta.
  • Menurut Prahasta

GIS/SIG merupakan sejenis software yang dapat digunakan untuk pemasukan, penyimpanan, manipulasi, menampilkan, dan keluaran informasi geografis berikut atribut-atributnya.
  • Menurut Petrus Paryono

GIS/SIG adalah sistem berbasis komputer yang digunakan untuk menyimpan, manipulasi dan menganalisis informasi geografi.
Dari definisi-definisi di atas dapat disimpulkan bahwa SIG merupakan pengelolaan data geografis yang didasarkan pada kerja komputer (mesin).

Sejarah GIS/SIG
35000 tahun yang lalu, di dinding gua Lascaux, Perancis, para pemburu Cro-Magnon menggambar hewan mangsa mereka, dan juga garis yang dipercaya sebagai rute migrasi hewan-hewan tersebut. Catatan awal ini sejalan dengan dua elemen struktur pada sistem informasi geografis modern sekarang ini, arsip grafis yang terhubung ke database atribut.
Pada tahun 1700-an teknik survey modern untuk pemetaan topografis diterapkan, termasuk juga versi awal pemetaan tematis, misalnya untuk keilmuan atau data sensus.
Awal abad ke-20 memperlihatkan pengembangan "litografi foto" dimana peta dipisahkan menjadi beberapa lapisan (layer). Perkembangan perangkat keras komputer yang dipacu oleh penelitian senjata nuklir membawa aplikasi pemetaan menjadi multifungsi pada awal tahun 1960-an.
Tahun 1967 merupakan awal pengembangan SIG yang bisa diterapkan di Ottawa, Ontario oleh Departemen Energi, Pertambangan dan Sumber Daya. Dikembangkan oleh Roger Tomlinson, yang kemudian disebut CGIS (Canadian GIS - SIG Kanada), digunakan untuk menyimpan, menganalisis dan mengolah data yang dikumpulkan untuk Inventarisasi Tanah Kanada (CLI - Canadian land Inventory) - sebuah inisiatif untuk mengetahui kemampuan lahan di wilayah pedesaan Kanada dengan memetakaan berbagai informasi pada tanah, pertanian, pariwisata, alam bebas, unggas dan penggunaan tanah pada skala 1:250000. Faktor pemeringkatan klasifikasi juga diterapkan untuk keperluan analisis.
CGIS merupakan sistem pertama di dunia dan hasil dari perbaikan aplikasi pemetaan yang memiliki kemampuan timpang susun (overlay), penghitungan, pendijitalan/pemindaian (digitizing/scanning), mendukung sistem koordinat national yang membentang di atas benua Amerika, memasukkan garis sebagai arc yang memiliki topologi dan menyimpan atribut dan informasi lokasional pada berkas terpisah. Pengembangnya, seorang geografer bernama RogerTomlinson kemudian disebut "Bapak SIG".

GvSIG

CGIS bertahan sampai tahun 1970-an dan memakan waktu lama untuk penyempurnaan setelah pengembangan awal, dan tidak bisa bersaing denga aplikasi pemetaan komersil yang dikeluarkan beberapa vendor seperti Intergraph. Perkembangan perangkat keras mikro komputer memacu vendor lain seperti ESRI, CARIS, MapInfo dan berhasil membuat banyak fitur SIG, menggabung pendekatan generasi pertama pada pemisahan informasi spasial dan atributnya, dengan pendekatan generasi kedua pada organisasi data atribut menjadi struktur database. Perkembangan industri pada tahun 1980-an dan 1990-an memacu lagi pertumbuhan SIG pada workstation UNIX dan komputer pribadi. Pada akhir abad ke-20, pertumbuhan yang cepat di berbagai sistem dikonsolidasikan dan distandarisasikan menjadi platform lebih sedikit, dan para pengguna mulai mengekspor menampilkan data SIG lewat internet, yang membutuhkan standar pada format data dan transfer.
Indonesia sudah mengadopsi sistem ini sejak Pelita ke-2 ketika LIPI mengundang UNESCO dalam menyusun "Kebijakan dan Program Pembangunan Lima Tahun Tahap Kedua (1974-1979)" dalam pembangunan ilmu pengetahuan, teknologi dan riset.
Jenjang pendidikan SMU/senior high school melalui kurikulum pendidikan geografi SIG dan penginderaan jauh telah diperkenalkan sejak dini. Universitas di Indonesia yang membuka program Diploma SIG ini adalah D3 Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografi, Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada, tahun 1999. Sedangkan jenjang S1 dan S2 telah ada sejak 1991 dalam Jurusan Kartografi dan Penginderaan Jauh, Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada. Penekanan pengajaran pada analisis spasial sebagai ciri geografi. Lulusannya tidak sekadar mengoperasikan software namun mampu menganalisis dan menjawab persoalan keruangan. Sejauh ini SIG sudah dikembangkan hampir di semua universitas di Indonesia melalui laboratorium-laboratorium, kelompok studi/diskusi maupun mata pelajaran.

Baik sekian ketikan saya kali ini mengenai pengertian GIS/SIG dan Sejarah GIS/SIG. semoga  kawan-kawan lebih akrab mengenal GIS dan semoga bermanfaat untuk kawan-kawan

Sumber Ketikan :
https://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_informasi_geografis


Postingan Sebelumnya :